Rokok Bukanlah Solusi Untuk Indonesia

Jumat, 03 Februari 2012

Entah kenapa membuka Icon    adalah hal yang sulit banget.
Sama susah nya seperti ibu-bu yang makan banyak tapi udahan nya jadi sembelit, ngedumel.

Ditambah dengan tangan yang udah kaku banget sama yang nama nya ngetik.
Seakan-akan tangan ini lebih betah didalam hidung (baca : ngupil) daripada membuat suatu tulisan.

Belum lagi otak yang tambah panas duluan kalo udah didepan laptop nonton bokep dengan layar yang full dengan Microsoft Word.
Alamak…susah nya menimbulkan niat nulis lagi…

Cukup sudah intermezzo nya, sekarang back to main topic…
----------------------------------------------------------------------------------------------------- Berawal dari gw ngeliat video ini :



Ini video yang menceritakan tentang fenomena Industri Tobacco di Barat yang sudah mulai runtuh.
Dan Perjalanan nya dimulai gara-gara seluruh dunia membincangkan video “The Smoking Baby” (Bayi yang udah Ngerokok) yang asal usul video tersebut berasal dari Indonesia.

So, disinilah Indonesia menjadi Objek nya dengan orientasi pemasaran rokok.

Di Amerika, Rokok adalah barang yang mahal, Satu bungkus disana harga nya $12 setara dengan Rp.110.000 /bungkus. Dan di Indonesia rata-rata harga nya cuma Rp. 13.000-15.000 /bungkus.

Di sepanjang jalan di seluruh Amerika, kalian pasti akan melihat banyak sekali Billboard besar yang terpampang disetiap sudut kota, tapi Billboard yang paling sulit di cari Amerika adalah Billboard rokok.
 Fakta nya di Indonesia sendiri, Billboard rokok ada dimana-mana.

Bahkan ada yang salah satu motto nya
“Go Ahead”, 
“The New Generation is Born”.

WTF ? maksud motto nya apa ?

“Go Ahead Take some Cigarette ?”
“The New Smoking Generation is Born ?”
Itu kah maksud nya dari pemasaran rokok di Indonesia ?

Iklan-iklan rokok sendiri banyak menawarkan pertualangan, pergaulan, dan inspirasi.
Jelas sekali target mereka adalah anak muda.
Rokok dapat dibeli dimana saja, bahkan oleh anak kecil. Pelajar SD, SMP dan SMA.

Pasalnya di Amerika rokok dilarang karena mengandung zat Adiktif.
Dan merokok dapat meningkatkan kematian.
Ditambah ada nya peraturan tegas dari Gubernur setempat atas larangan merokok.

Di Indonesia sendiri rokok belum ditetapkan sebagai zat yang adiktif “secara resmi”. 
Sempat di tetapkan beberapa Pasal larangan merokok di Indonesia.
And you know what ? Pasal nya gugur, dan ternyata pasal itu gugur karena ada nya penyuapan agar pasal itu dicabut (bisa dilihat di video di atas kelengkapannya).

Sewaktu sang Jurnalis bertanya kepada perwakilan parlemen tentang rokok ini, dan ternyata faktor kenapa Rokok dipertahankan di Indonesia adalah jumlah pekerja rokok di Indonesia banyak. MENTOK DEH !!! Gaji dibayar gede, gak bisa nyari solusi.

Apalagi sponsorship di Indonesia yang paling popular adalah Rokok.
Bahkan acara olah raga juga Rokok.
Bila dipikir-pikir memang Jaka sembung bawa golok.
Tapi begitulah taktik Industri. 



Bukannya gw mendukung Amerika atau termakan media.
Merokok adalah hal yang dapat merugikan kesehatan (everyone know even smokers).
Tidak hanya merugikan perokok nya, tapi merugikan orang-orang disekitar nya.

Disinilah para pemuda kita membuka mata akan kebenaran rokok yang sebenarnya.
Atau tetap menjadi Hipokrit.

Your life, your choose..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebenarnya masih banyak hal yang dapat diungkap dari video diatas.
Lebih baik langsung nonton aja… sekitar 42 menit tapi bisa membuka cakrawala kita.
 

Please leave your step below… I really appreciate…

See ya….

5 komentong:

Abela Zoraya mengatakan...

komentong bang pahri
susah ya memang kalo masalah rokok
yang dahsyatnya itu memang pemikiran mengenai lo ngerokok lo gaul, lo jantan, lo kece...
sedih juga kalo liat fenomena yang ada sekarang ini

Fakhri Mohamad mengatakan...

@abel
begitulah, kalo sudah terkena dan suka, akan banyak rasionalisasi untuk membenarkan perbuatannya, harapannya, para perokok bisa lebih sopan pada orang yang merokok.

Fakhri Mohamad mengatakan...

*maksud nya lebih sopan pada orang yang gak merokok..

*koreksi

tour and travel disurabaya mengatakan...

perokok merugikan orang disekitarnya.. padahal yang gak ikutan ngerokok kan bersalah? kok disumbang penyakit..

Fakhri Mohamad mengatakan...

@tour and travel
Andaikan saya mengerti maksud Anda, pasti makna nya dalem, hhe

Poskan Komentar

Tuliskan Kesan di Pikiran Anda setelah Membaca Tulisan Ini. Lalu tatap mata saya, tidur lebih dalam, lebih dalam lagi...lho ???

 
Sundul Gan